Bahasa!MERAWANG.TargetTeropong.com Fasilitas negara yang dibiayai dari keringat pajak rakyat di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, diduga kuat telah melacurkan fungsinya. Mobil operasional milik pemerintah desa yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat, justru kepergok beralih fungsi menjadi kendaraan angkut logistik penambangan timah ilegal. Ironisnya, Kepala Desa (Kades) dan seluruh jajaran aparat desa memilih menutup mata, mengunci mulut, dan mendadak amnesia saat dikonfirmasi.Dugaan skandal pembiaran dan penyalahgunaan wewenang ini membongkar borok tata kelola aset di desa tersebut. Berdasarkan kesaksian warga, mobil dinas desa dengan bebas keluar masuk kawasan tambang tanpa tersentuh hukum.“Mobil desa terlihat keluar masuk lokasi tambang membawa perlengkapan tambang. Kami heran kenapa tidak ada tindakan tegas,” cecar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Kamis (14/5/2026).Skandal ini memicu gelombang kemarahan publik yang menilai pembiaran oleh pihak pemdes adalah bentuk persetujuan diam-diam terhadap perusakan lingkungan. Kendaraan yang dibeli dengan uang negara kini justru menjadi kaki tangan cukong timah ilegal untuk mengeruk keuntungan pribadi secara melawan hukum.Warga menegaskan bahwa penambangan timah ilegal ini tidak hanya melanggar aturan secara telanjang, tetapi juga menghancurkan ekosistem sekitar. Mereka menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun ke lapangan untuk menangkap para pelaku dan mencopot kades jika terbukti terlibat. Tindakan tegas dan transparan mendesak dilakukan sebelum amarah warga memuncak menjadi aksi massa.Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Riding Panjang dan seluruh aparat terkait kompak bungkam seribu bahasa. Tidak ada satu pun kalimat klarifikasi atau pembelaan resmi yang keluar dari mulut mereka, memperkuat dugaan adanya konspirasi bungkam di internal pemerintahan desa***Teammacanputih












