Target teropong | Pangkalpinang ~~~ Jargon “Subsidi Tepat Sasaran” yang digemborkan Pertamina kembali dipertanyakan.
Seorang warga Pangkalpinang kehilangan hak 40 liter Pertalite setelah akun MyPertamina miliknya diduga dibajak di SPBU 2333111 Pangkal Balam, Jumat (25/4/2026). Ini bukan kasus pertama.
Korban pemilik mobil BN 1639 AA tiba di SPBU untuk mengisi BBMsaat petugas memindai QR,layar menunjukkan transaksi terakhir 40,00 L pada 2026-04-25 11:15 WIB, Sisa kuota: 0,00 L.
Korban menegaskan tidak pernah melakukan transaksi tersebut.
“Saya bahkan nggak buka aplikasinya hari ini tahu-tahu jatah saya habis. Ini jelas dibajak,” tegas pemilik mobil BN 1639 AA.
Pihaknya menduga ada kebocoran data atau duplikasi QR Code.
Petugas SPBU berdalih hanya menjalankan sistem.
“Kalau di aplikasi sudah 0 liter,kami tidak bisa isi. Sistem yang kunci,” ujar salah satu operator yang enggan disebut namanya.
Evan Satriady Ketua Ormas Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung menilai kasus berulang ini menandakan ada lubang besar di sistem verifikasi MyPertamina.
“Tanpa OTP real-time saat transaksi atau notifikasi instan, pembajakan akan terus terjadi. QR Code statis itu rawan,” kata nya di salah satu warung kopi di Pangkalpinang 24-04-2026 Petang
Korban mendesak Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab dan memperbaiki sistem.
Kasus ini akan dilaporkan ke polisi. Pertanyaannya sampai kapan Pertamina membiarkan benteng digitalnya diobrak-abrik maling, sementara rakyat yang berhak jadi tumbal?***Tim/Red












