HAN’S HOTEL BANGKA TUTUP-TUTUPI BUKTI? SUAMI LAPOR TEMUKAN ISTRI BARENG PRIA LAIN, PERMINTAAN CCTV DITOLAK MENTAH-MENTAH

 

BANGKA,Targetteropong.com – Nama besar *Han’s Hotel Bangka* kini tercoreng. Seorang suami mengaku secara sah datang meminta rekaman CCTV setelah menduga menemukan istrinya berada satu kamar dengan pria lain di hotel tersebut.

Alih-alih diberi kejelasan, permintaan bukti itu ditolak mentah-mentah oleh pihak manajemen dengan dalih “privasi tamu”.

*Mau Bukti Malah Dikasih Screenshot*
Menurut pengakuan korban, ia datang baik-baik ke resepsionis untuk meminta rekaman CCTV sebagai alat bukti dugaan perselingkuhan.

Namun respons hotel mengecewakan. Rekaman tidak diberikan. Ia hanya diperlihatkan tangkapan layar tanpa kejelasan waktu, tanggal, dan keaslian.

“Saya datang untuk cari kebenaran. Masa iya bukti sekelas CCTV tidak bisa dibuka? Katanya privasi. Kalau begitu buat apa ada CCTV kalau tidak bisa dipakai saat dibutuhkan?” ucapnya geram.

SOP Check-in Dipertanyakan. Hotel Jadi Tempat Aman Perselingkuhan?
Lebih parah lagi, suami tersebut juga mempertanyakan Standar Operasional Prosedur check-in Han’s Hotel.

Bagaimana bisa seorang istri bisa check-in bersama pria bukan suaminya tanpa ada verifikasi ketat? Apakah hotel sengaja “tutup mata” demi omzet kamar?

“Jangan sampai hotel berdalih privasi untuk menutupi kelalaian. Publik berhak tahu, tamu seperti apa yang kalian terima,” tegasnya.

*Desak Polisi dan Dinas Pariwisata Sidak*
Target Teropong mendesak Polres Bangka dan Dinas Pariwisata Kab. Bangka segera turun tangan.

1. *Periksa SOP penerimaan tamu* Han’s Hotel Bangka. Apakah sudah sesuai Perda dan aturan perhotelan
2. Buka rekaman CCTV jika ada laporan resmi dari korban. Privasi tidak bisa jadi tameng untuk menghalangi pembuktian
3. Berikan sanksi tegas jika terbukti lalai dalam pengawasan tamu

Sampai berita ini tayang, pihak Manajemen Han’s Hotel Bangka bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi.

Target Teropong memberikan ruang hak jawab 1×24 jam kepada pihak hotel. Jika tidak ada jawaban, maka kami anggap *tidak ada bantahan*.

“Jangan berlindung di balik kata ‘privasi’ untuk menutupi borok. Buka saja kalau tidak ada yang ditutupi,” tutup sumber.

_(Tim Investigasi Target Teropong)_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP