Pangkalpinang,Targetteropong.com.Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang meningkatkan keterampilan Warga Binaan melalui pembukaan Pelatihan Pengelolaan Hasil Pertanian Nanas Menjadi Dodol dan Sirup, Rabu (28/10) sore. Kegiatan yang berlangsung hingga 12 November 2026 ini diikuti 16 Warga Binaan untuk membekali mereka dengan keterampilan pengolahan nanas sebagai bekal usaha setelah bebas.
Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan untuk mempersiapkan diri merintis usaha setelah bebas.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun usaha secara mandiri setelah bebas,” ujar Kalapas.
Senada, Penyuluh Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Didi Wahyudi, menilai keterampilan pengolahan nanas dapat membuka peluang ekonomi bagi Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap keterampilan mengolah nanas menjadi dodol dan sirup ini dapat dimanfaatkan untuk merintis usaha maupun mencari peluang kerja di bidang pengolahan hasil pertanian,” ujarnya.
Pelatihan ini mencakup teknik mengupas nanas secara aman, penggunaan peralatan, serta pengolahan nanas menjadi dodol dan sirup. Praktik pengolahan akan dimulai Kamis (29/10) dengan pendampingan instruktur Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Belitung, Anon. Peserta juga akan memperoleh sertifikat keterampilan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Salah satu Warga Binaan peserta berinisial DE menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bekal untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan setelah bebas, terutama dalam merintis usaha dan mencari peluang kerja.
“Saya berharap keterampilan mengolah nanas yang saya pelajari dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas. Karena itu, saya ingin mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh,” ungkap DE.
Melalui pelatihan ini, Lapas Pangkalpinang terus mendorong pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan pengolahan hasil pertanian, Warga Binaan diharapkan memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan produktif. (kp)












